Nama : Sidiq Fatony
NIM :
15.01.3583
KELAS : 15-D3TI-02
Kamera adalah
suatu alat yang tidak bisa lepas dengan yang namanya “Liburan”, ntah sendiri, berdua atau bersama keluarga. Kamera dan
foto sepertinya tidak pernah lepas dari suatu momen yang sangat berharga bagi
kita, apalagi momen itu hanya terjadi sekali dan tidak pernah terulang lagi
seumur hidup, seperti acara pernikahan dan lain sebagainya. Walaupun saat ini
handphone yang harganya 200 ribuan sudah ada fitur kameranya namun rata-rata
orang di dunia ini tidak bisa puas dengan apa yang dimiliknya. Kebanyakan orang
saat ini sudah menggunakan jenis kamera DSLR yang sudah dapat mengabadikan
momen dengan hasil yang memuaskan atau kamera yang saat ini menjadi tranding
topik yaitu Action Cam (kamera untuk
traveler). Namun semua orang itu kedudukannya tidak sama, ada yang bisa
membeli, ada juga yang tidak bisa. Disinilah peluang bisnis terbuka lebar bagi
mereka yang dapat membisniskan alat mereka untuk konsumen.
Namun disini
kita akan membahas bagaimana cara kita dapat memanfaatkan peluang bisnis ini
tanpa modal atau tanpa membeli kamera yang harganya jutaan rupiah. Ada beberapa
hal yang harus kita miliki untuk memulai bisnis sewa kamera atau jasa foto ini.
Yang pertama kita akan membahas tentang bagaimana kita dapat berbisnis
penyewaan kamera.
1. Bisnis Penyewaan Kamera Tanpa Modal
Ada
beberapa hal yang harus kita penuhi terlebih dahulu :
Yang
pertama, yaitu kita harus mempunyai skil atau kemampuan untuk memahami
komponen-komponen dari sebuah kamera, cara merawatnya dan tekhnik-tekhnik dasar
fotografi (kalian bisa belajar secara individual melalui internet atau minta
bantuan teman fotografer untuk mengajarinya)
Kedua,
kalian mempunyai teman seorang fotografer atau teman yang mempunyai kamera namun
jarang dipakai.
Ketiga,
kita harus mempunyai kesepakatan dengan teman kita kalau akan berbisnis
dengannya. Terutama membahas tentang keuntungan dan kesepakatan jika barang
tersebut rusak jika kita sewakan. Untuk masalah keuntungan kita buat
kesepakatan untuk membagi keuntungan karena kita sama-sama kerja dan mencari
penghasilan. Kita bisa buat kesepakatan kita abil 25%-40% dari hasil sewa.
Mengapa kita hanya mendapat keuntungan 25%-40%? Karena kita tidak bermodal
apa-apa jadi jangan banyak-banyak ambil keuntungannya.
Keempat,
kita dapat memasarkan penyewaan kamera tersebut. Untuk masalah pemasaran kita
harus sepandai-pandainya mungkin dapat memikat hati konsumen. Yaitu dengan
mengadakan promo atau penawaran-penawaran menarik lainnya. Menurut saya saat
ini untuk memasarkan barang atau jasa
sangatlah mudah karena tersedianya internet dan sosial media, kita dapat
memostingnya di OLX, Facebook, Blog atau yang lain tanpa mengeluarkan biaya
cetak.
Kelima,
yang tidak boleh kelewatan yaitu kita harus dapat mengerti komponen, kelemahan
dan cara perawatan kamera dengan baik. Apabila ada kerusakan setelah proses
penyewaan kita dapat mengetahui dan dapat meminta pertanggung jawaban dari
konsumen kita (Sebelumnya sudah menjadi kesepakatan antara kedua pihak).
Keenam,
kita dapat memanfaatkan peluang, seperti saat liburan kita menaikkan harga
namun kita juga harus memberikan promo agar konsumen tertarik.
2. Bisnis Jasa Foto (Fotografer Bayaran)
Ada
beberapa hal penting yang harus kita kuasai jika kita ingin berbisnis jasa foto,
ntah di acara pernikahan maupun, pesta, maupun di wisata.
Pertama,
untuk masalah alat mungkin kita dapat meminjam atau menyewa dari teman kita.
Kalau bisa punya kamera sendiri agar kita nyaman memakainya (bagi yang punya
uang). Untuk acara pernikahan “Wedding” dan
foto studio mungkin kalau mau membeli perlengkapannya sangat mahal. Maka dari
itu bagaimana sebisa mungkin kita berbisnis namus tanpa modal. Kita dapat ikut
membantu teman kita yang sudah menjadi fotografer bayaran, dan peran kita
sebagai pembantu foto dan sebagai yang memasarkan. Keuntungannya juga tidak
kalah dengan penyewaan kamera.
Kedua,
jikalau kita ingin menjadi fotografer pembantu “second photograph” maka kita harus bisa menguasai tekhnik-tekhnik
fotografi. Namun jika ingin menjadi edior kita harus bisa menguasai ilmu
editing foto tetapi alangkah baiknya jika dapat menguasai kedua-duanya baik
untuk jasa foto pernikahan, pesta maupun foto di tempat wisata.
Ketiga,
harus pandai-pandai memanfaatkan peluang, jikalau saat musim liburan kita menjadi
traveler fotografi atau jasa foto di tempat wisata (karena rumah saya dekat
dengan banyak wisata). Saat musim pernikahan kita menjual jasa foto kita di
acara pesta perinikahan. Intinya kita fleksibel untuk memanfaatkan kesempatan
yang ada dan dapat menghasilkan uang.
Itulah
sedikit inspirasi untuk bisnis penyewaan kamera dan jasa foto sesuai pengalaman
saya. Intinya untuk berbisnis itu tidak harus mengeluarkan uang, yang
terpenting kita mempunyai kemampual (skill) untuk menguasainya. Semoga artikel ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang mau mencoba semoga sukses dan
keuntungannya dapat ditabung untuk kedepannya agar kita bisa mempunyai modal
untuk bisnis yang lebih besar. Terimakasih...
Cuplikan video pemasaran sewa kamera saya di Instagram, di tonton ya..


0 komentar:
Posting Komentar