Business

Business

Selasa, 01 Maret 2016

ARTIKEL BISNIS SEWA KAMERA DAN JASA FOTO






Nama                     : Sidiq Fatony
NIM                       : 15.01.3583
KELAS                  : 15-D3TI-02



Kamera adalah suatu alat yang tidak bisa lepas dengan yang namanya “Liburan”, ntah sendiri, berdua atau bersama keluarga. Kamera dan foto sepertinya tidak pernah lepas dari suatu momen yang sangat berharga bagi kita, apalagi momen itu hanya terjadi sekali dan tidak pernah terulang lagi seumur hidup, seperti acara pernikahan dan lain sebagainya. Walaupun saat ini handphone yang harganya 200 ribuan sudah ada fitur kameranya namun rata-rata orang di dunia ini tidak bisa puas dengan apa yang dimiliknya. Kebanyakan orang saat ini sudah menggunakan jenis kamera DSLR yang sudah dapat mengabadikan momen dengan hasil yang memuaskan atau kamera yang saat ini menjadi tranding topik yaitu Action Cam (kamera untuk traveler). Namun semua orang itu kedudukannya tidak sama, ada yang bisa membeli, ada juga yang tidak bisa. Disinilah peluang bisnis terbuka lebar bagi mereka yang dapat membisniskan alat mereka untuk konsumen.



Namun disini kita akan membahas bagaimana cara kita dapat memanfaatkan peluang bisnis ini tanpa modal atau tanpa membeli kamera yang harganya jutaan rupiah. Ada beberapa hal yang harus kita miliki untuk memulai bisnis sewa kamera atau jasa foto ini. Yang pertama kita akan membahas tentang bagaimana kita dapat berbisnis penyewaan kamera.



    1. Bisnis Penyewaan Kamera Tanpa Modal


Ada beberapa hal yang harus kita penuhi terlebih dahulu :

Yang pertama, yaitu kita harus mempunyai skil atau kemampuan untuk memahami komponen-komponen dari sebuah kamera, cara merawatnya dan tekhnik-tekhnik dasar fotografi (kalian bisa belajar secara individual melalui internet atau minta bantuan teman fotografer untuk mengajarinya)

Kedua, kalian mempunyai teman seorang fotografer atau teman yang mempunyai kamera namun jarang dipakai.

Ketiga, kita harus mempunyai kesepakatan dengan teman kita kalau akan berbisnis dengannya. Terutama membahas tentang keuntungan dan kesepakatan jika barang tersebut rusak jika kita sewakan. Untuk masalah keuntungan kita buat kesepakatan untuk membagi keuntungan karena kita sama-sama kerja dan mencari penghasilan. Kita bisa buat kesepakatan kita abil 25%-40% dari hasil sewa. Mengapa kita hanya mendapat keuntungan 25%-40%? Karena kita tidak bermodal apa-apa jadi jangan banyak-banyak ambil keuntungannya.

Keempat, kita dapat memasarkan penyewaan kamera tersebut. Untuk masalah pemasaran kita harus sepandai-pandainya mungkin dapat memikat hati konsumen. Yaitu dengan mengadakan promo atau penawaran-penawaran menarik lainnya. Menurut saya saat ini untuk memasarkan  barang atau jasa sangatlah mudah karena tersedianya internet dan sosial media, kita dapat memostingnya di OLX, Facebook, Blog atau yang lain tanpa mengeluarkan biaya cetak.

Kelima, yang tidak boleh kelewatan yaitu kita harus dapat mengerti komponen, kelemahan dan cara perawatan kamera dengan baik. Apabila ada kerusakan setelah proses penyewaan kita dapat mengetahui dan dapat meminta pertanggung jawaban dari konsumen kita (Sebelumnya sudah menjadi kesepakatan antara kedua pihak).

Keenam, kita dapat memanfaatkan peluang, seperti saat liburan kita menaikkan harga namun kita juga harus memberikan promo agar konsumen tertarik.






2.  Bisnis Jasa Foto (Fotografer Bayaran)
 
Ada beberapa hal penting yang harus kita kuasai jika kita ingin berbisnis jasa foto, ntah di acara pernikahan maupun, pesta, maupun di wisata.

Pertama, untuk masalah alat mungkin kita dapat meminjam atau menyewa dari teman kita. Kalau bisa punya kamera sendiri agar kita nyaman memakainya (bagi yang punya uang). Untuk acara pernikahan “Wedding” dan foto studio mungkin kalau mau membeli perlengkapannya sangat mahal. Maka dari itu bagaimana sebisa mungkin kita berbisnis namus tanpa modal. Kita dapat ikut membantu teman kita yang sudah menjadi fotografer bayaran, dan peran kita sebagai pembantu foto dan sebagai yang memasarkan. Keuntungannya juga tidak kalah dengan penyewaan kamera.

Kedua, jikalau kita ingin menjadi fotografer pembantu “second photograph” maka kita harus bisa menguasai tekhnik-tekhnik fotografi. Namun jika ingin menjadi edior kita harus bisa menguasai ilmu editing foto tetapi alangkah baiknya jika dapat menguasai kedua-duanya baik untuk jasa foto pernikahan, pesta maupun foto di tempat wisata.

Ketiga, harus pandai-pandai memanfaatkan peluang, jikalau saat musim liburan kita menjadi traveler fotografi atau jasa foto di tempat wisata (karena rumah saya dekat dengan banyak wisata). Saat musim pernikahan kita menjual jasa foto kita di acara pesta perinikahan. Intinya kita fleksibel untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dan dapat menghasilkan uang.



Itulah sedikit inspirasi untuk bisnis penyewaan kamera dan jasa foto sesuai pengalaman saya. Intinya untuk berbisnis itu tidak harus mengeluarkan uang, yang terpenting kita mempunyai kemampual (skill) untuk menguasainya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang mau mencoba semoga sukses dan keuntungannya dapat ditabung untuk kedepannya agar kita bisa mempunyai modal untuk bisnis yang lebih besar. Terimakasih...

Cuplikan video pemasaran sewa kamera saya di Instagram, di tonton ya..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © Dunia Bisnis Mahasiswa | Support by Sidiq Fa | Media Partner by Fa Creative | Powered by STMIK AMIKOM YOGYAKARTA | Blogger